6 Cara Membuat Tinjauan Pustaka yang Baik dan Benar

Diposting pada

Cara Membuat Tinjaun Pustaka

Penulisan tinjauan pustaka dalam sebuah penyusunan karya tulis ilmiah biasanya diartikan sebagai penegasan terhadap batasan-batasan karya ilmiah yang akan dibuat. Sehingga intisari pada bagian tinjauan pustaka ini termuat secara utuh dalam keyoword yang berada di bagian abstrak atau bagian BAB Penelitian pendahuluan.

Oleh sebab itu, penyusunan karya tulisan apapaun haruslah berkewajiban membuat tinjauan pustaka atau studi kepustakaan. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang tinjauan pustaka, artikel ini akan mengulas tentang cara menulis tinjauan pustaka yang baik dan benar.

Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka adalah BAB 2 penelitian yang berisi mengenai penelusuran kepustakaan yang relevan terhadap hasil penelitian yang ingin dilakukan. Baik penelusuran kepustakaan tersebut di dapatkan melalui jurnal, buku, skripsi, tesis, desertasi, atau yang lainnya.

Namun yang pastinya, tinjauan pustaka diartikan sebagai penegasaan atau menegaskan atas batas-batas logis penelitian dan menjadi petunjuk bagi peneliti untuk memperhitungkan apa yang relevan dan apa yang tidak relevan yang dikaji dalam penelitiannya, atau sampai batas mana penelitian akan dilakukan dan asumsi yang mendasari penelitan tersebut dilakukan.

Cara Membuat Tinjauan Pustaka

Penulisan tinjauan pustaka atau literature review beberapa hal penting dalam tata cara pembutannya, yaitu:

  1. Identifikasi

Langkah awal dalam menyusun tinjauan pustaka ialah melakukan identifikasi terhadap hal-hal terkait material yang ada. Pengambilan material tersebut dapat berasal dari sumber data sekunder yang telah dipublikasikan ataupun tidak, tetapi tetap harus memperhatikan nilai kekesuaian dengan permasalah yang sedang dibahas.

  1. Evaluasi

Hal yang tak kalah penting dalam membuat membuat tinjauan pustaka untuk proposal penelitian adalah dengan melakukan evaluasi terhadap beberpa material yang didapat, pada proses evaluasi ini diharuskan melakukan pemilihan dengan cermat mana material yang relevan dan mana yang kurang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan.

Literatur yang dipilih sebagai bahan haruslah relevan dengan rumusan masalah penelitian yang ditetapkan, sedangkan bahan yang sedikit relevan sebaiknya hanya digunakan sebagai bahan untuk memperkaya pengetahuan saja dan tidak dianjurkan menjadikannya referensi pokok.

  1. Pencatatan Variabel

Setelah mengidentifikasi dan mengevaluasi material yang didapat, hal yang selanjutnya dilakukan adalah pencacatan variable yang sesuai dengan kerangka masalah yang tengah diusung, variable ini adalah dasar dari kerangka teoritis penelitian.

Dalam pencacatan variable yang akan menjadi tinjauan pustaka biasanya terdapat banyak gaya penulisan dan biasanya para mahasiswa memakai gaya pengutipan yang sesuai dengan kampus yang meraka masing-masing.

Walaupun gaya pengutipan berbeda-beda tetapi pengutipan pustaka suatu material haruslah mencantumkan literature asal dalam daftar pustaka dengan format penulisan masing-masing. Pengutipan sebuah karya tanpa pencantuman sumber asal merupakan suatu tindakan penjiplakan atau plagiat.

  1. Memilih Sumber pustaka

Pemilihan sumber pustaka yang tepat sangat penting dilakukan untuk menghasilkan ide ataupun kutipan yang tepat dan baik. Dalam metode untuk pemilihan sumber pustaka terdapat beberpa kriteria yang harus dipahami, kriteria tersebut adalah;

  1. Relevan atau sesuai dengan kerangkan masalah yang ditentukan atau juga topic penelitian yang akan dilakukan.
  2. Isi dari sumber pustaka tersebut mudah dipahami oleh peneliti
  3. Isi pernyataan yang terdapat didalam sumber pustaka tersebut adalah real dan dapat dibuktikan.
  4. Pemilihan sumber pustaka haruslah yang terorganisir untuk memudahkan pencarian informasi yang tengah dibutuhkan.
  5. Sesuai dengan teori yang tengah berkembang dan zaman.
  6. Terkorelasi dengan penelitian yang akan dilakukan.
  7. Pengambilan informasi harus hari sumber terpercaya.

Pengambilan informasi yang dicantumkan dalam pustaka penelitian atau karya tulis ilmiah ini, seperti yang sudah dijelaskan dapat diambil dari beberapa sumber baik ofline ataupun online, antara lain;

  1. Skripsi

Skripsi, thesis, disertasi sudah umum dijadikan sumber literature selama memenuhi syarat yang ada. Persyaratan karya tulis yang dapat digunakan sebagai literature biasanya ditentukan oleh kebijakan kampus masing-masing. Pilihlah karya ilmiah mahasiswa yang benar-benar memenuhi kriteria persyaratan dan layak dijadikan sumber.

  1. Jurnal

Didalam pencarian literatur, setiap kampus juga mempunyai ketentuan tersendiri terkait jurnal-jurnal yang boleh dijadikan referensi. Informasi yang dapat diambil dari jurnal sebagai literatur juga beragam, misalnya metode penelitiannya, tujuan penelitian, ataupun hasilnya.

Informasi tersebut sangat membantu untuk dijadikan bahan acuan penelitian. Pilihlah jurnal yang relevan dari sumber yang kredibel.

  1. Textbook

Textbook biasanya banyak memuat tentang berbagai teori yang applicable yang relevan terhadap suatu topic serta berbagai teori yang berkaitan terhadap suatu wilayah. Pengambilan literatir lewat textbook ini sangat dianjurkan karna sebagaimana tujuan pembuatan tinjauan pustaka adalah untuk mencari landasan teori yang relevan terhadap penelitian yang akan dilakukan.

Kelebihan materi yang terdapat pada textbook adalah cakupan wilayahnya yang luasn dibandingkan jurnal dan skripsi, akan tetapi textbook juga mempunyai kekurangan berupa masalahnya yang cenderung bersifat umum dan kurang mendalam, selain itu materi yang disajikan juga bersifat kurang “kekinian” dibanding dengan jurnal yang banyak memunculkan materi terbaru.

  1. Mancari Sumber dalam Tinjauan Pustaka

Adapun beberapa pilihan yang dapat dilakukan dalam mencari sumber penelitian, untuk tinjauan pustaka antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Penelusuran Sumber Pustaka

Setelah melakukan langkah pertama dan menemukan beberpa sumber pustka, hal yang selanjutnya harus dilakukan adalah penelusuran isi sumber pustaka tersebut. Ada banyak metode penelusuran sumber pustaka yang bisa dipraktekkan, salah satunya adalah dengan langsung meninjau daftar isi.

Setelah menemukan bagian materi yang dianggap penting kemudian membaca dan pahami keseluruhan materi yang dianggap penting tersebut.

  1. Mencatat Bagian yang Dianggap Penting

Setelah selesai membaca keseluruhan materi, selanjutnya lakukan pencatatan hal-hal yang dianggap penting dan relevan.

Jika garis besar materi tersebut sudah tercatat, tulis ulang yang kit abaca sesuai pemahaman dan dengan bahasa sendiri, dan yang terakhir cocokan kembali keakuratan tulisan dengan materi yang dibaca dengan kajian pustaka yang akan dibuat.

  1. Penyajian Kajian Pustaka

Langkah terakhirnya adalah menulis kajian pustka. Penyajian kajian pustaka bisa dalam bentuk deskriptif atau ditambah dengan analisis yang tentusaja kesemua itu haruslah berhubungan dengan aspek yang menjadi metode penelitian.

Disisi lainnya, didalam memperoleh data penulisan tinjauan pustaka  (literature review) terdapat beberapa cara, yaitu sebagai berikut.

  1. Summarize (meringkas), Setelah mendapatkan informasi penting dari sebuah materi, deskripsikan kembali informasi tersebut menggunakan bahasa sendiri untuk menghindari unsur plagiat.
  2. Synthesis (perpaduan), penulisan dengan membuat subuah kesimpulan berdasarkan analisisnya terhadap beberapa sumber teori baik yang terbaru maupun yang terdahulu.
  3. Compare (membandingkan), melakukan pembandingan beberapa literature berbeda dengan mencari kelebihan, kekurangan, atau membandingkan hasilnya. Pembandingan dapat dilakukan antara beberpa literature terbaru atau terdahulu ataupun literature terbaru dengan yang terdahulu.
  4. Criticizen (mengkritik), melakukan pengkritikan dengan mengungkapkan kekurangan penelitian terdahulu.

Contoh Tinjauan Pustaka

Kepenulisan dalam penulisan tinjauan pustaka misalnya saja keminatan seseorang dalam melakukan riset terkait dengan generasi emas di Indonesia. Maka tinjauan keputakannya yaitu;

Kesimpulan

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Generasi Emas

Pengertian generasi emas menurut Eddy Wibowo (2012) merupakan generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa nilai produktif, berharga dan memiliki kegunaan apabila dilakukan pegelolaan dengan baik. Generasi ini akan muncul di Indonesia pada tahun 2045.

Pembahasan generasi emas di atas tentu dapat dikatakan bahwa akan diakui atau tidaknya generasi emas akan menjadi harapan yang besar serta dianggap mampu untuk mensejahteraan masyarakat Indonesia secara utuh, apalagi setelah 72 tahun kemerdekaan. Langkah-langkah untuk meningkatkan generasi emas ini salah satunya yaitu dengan melakukan penekanan peluang yang dinamakan bonus demografi (demographic dividend).

Bonus demografi yang dijelaskan menurut Wongboonsin (2003) dalam paparan kepala BKKBN Prof. dr. Fasli Jalal, PhD, SpGK di Univeritas Undayana dapat diartikan sebagai keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh menurunnya rasio ketergantungan sebagai hasil penurunan fertilitas dalam jangka panjang. Sehingga dalam upaya itu semua diperlukan kebijakan atau strategi dalam pembangunan bidang pendidikan untuk memaksimalkan bonus demografi yang akan dialami bangsa Indonesia pada tahun 2020-2035.

Harapan mengenai generasi emas melalui bonus demografi tentu akan menjadi momentum yang cukup penting bagi bangsa Indonesia untuk menjadi lebih baik. Oleh karena itu dalam menyiapkan dan mempersiapkan generasi emas dan menyambut peluang bonus demografi yang akan dialami oleh bangsa Indonesia pada tahun 2020-2035 hal yang paling mendasar adalah meningkatakan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia.

Nah, itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan cara pembuatan tinjauan pustaka yang baik dan benar beserta dengan contoh kepenulisannya. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi kalian semuanya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.