8 Manfaat Observasi dalam Penelitian

Diposting pada
Rate this post

Manfaat Observasi

Diakui maupun tidak, adanya metode pengumpulan data observasi sejatinya tergolong studi partisipatif, alasannya karena si peneliti sejatinya harus membenamkan diri dalam aturan di mana responden penelitian berada, baik disaat mencatat ataupun merekam. Disisi lainnya, seperti halnya jenis wawancara yang dapat dilakukan. Dimana manfaat observasi ini dibagi dalam terstruktur dan tidak terstruktur.

Namun yang pasti observasi terstruktur terjadi secara sistematis dalam proses pengumpulan jenis data penelitian hinggamenggunakan variabel penelitian tertentu sesuai dengan yang telah ditentukan sebelumnya, sedangkan observasi tidak terstruktur biasanya terjadi secara terbuka dan bebas dalam arti tidak akan ada variabel atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Observasi

Observasi adalah proses penentuan dalam pengumpulan data secara sistematis yang mengharuskan para peneliti menggunakan semua indra untuk melakukan peemeriksaan terhadap setiap orang dalam pengaturan alami atau situasi yang terjadi secara alami.

Manfaat Melakuka Observasi

Kegunaan yang dapat diperoleh dengan melakukan observasi, diantaranya;

  1. Menjadi metode yang sederhana dalam pengumpulan data

Observasi merupakan metode yang paling umum dan paling sederhana dalam proses pengumpulan data. Hal ini tentusaja tidak memerlukan banyak pengetahuan teknis.

Meskipun pengamatan ilmiah tetap memerlukan beberapa keterampilan teknis peneliti, itu masih lebih mudah daripada metode lainnya. Karena semua orang di dunia ini mengamati banyak hal dalam kehidupan sehari-hari mereka.

  1. Beguna dalam pengumpulan data terkait perilaku non verbal

Observasi jelas lebih unggul daripada penelitian survai, eksperimen, atau studi dokumen untuk mengumpulkan data tentang perilaku nonverbal. Beberapa penelitian berfokus pada individu yang tidak mampu memberikan laporan verbal atau mengartikulasikan diri mereka secara bermakna.

  1. Berguna untuk pengamatan dalam lingkungan alami

Teknik pengumpulan data lainnya memperkenalkan artifisial ke dalam lingkungan penelitian, tapi data yang dikumpulkan dalam studi observasi menggambarkan fenomena yang diamati seperti yang terjadi dalam pengaturan alami mereka. Sehingga bisa dikatakan bahwa observasi tidak seketat atau seartifisial survei atau eksperimen.

  1. Beguna dalam analisis longitudinal

Karena observasi yang dapat dilakukan dalam pengaturan lingkungan atau latar alamiah, maka sejatinya si peneliti dapat melakukan penelitiannya dalam jangka waktu yang jauh lebih lama dibandingkan dengan survei atau eksperimen.

  1. Framing hipotesis

Observasi merupakan salah satu basis utama merumuskan hipotesis penelitian. Dengan mengamati fenomena terus menerus, peneliti mungkin akan akrab dengan yang diamati untuk mengetahui tentang kebiasaan, suka, tidak suka, masalah, persepsi, aktivitas dan masih banyak hal lain dari objek yang diamati.

Semua hal tersebut bermanfaat dalam membentuk hipotesis mereka. Setiap peneliti, oleh karena itu, harus menjadi pengamat yang baik.

  1. Memberikan akurasi yang lebih besar

Dalam metode lain seperti wawancara, angket, dan lain-lain. Sehingga si peneliti harus bergantung pada informasi yang diberikan oleh responden, sehingga peneliti ‚Äč‚Äčtidak memiliki cara untuk memeriksa keakuratan data yang diberikan oleh mereka.

Namun dalam observasi, peneliti dapat langsung memeriksa akurasi dari yang diamati. Dia dapat menerapkan berbagai perangkat untuk menguji keandalan perilaku mereka. Jadi sangat sering data yang dikumpulkan melalui observasi lebih handal daripada ini dikumpulkan melalui wawancara atau kuesioner.

  1. Menjadi metode yang bersifat universal

Instrumen observasi adalah metode yang umum digunakan dalam semua ilmu, baik fisik maupun sosial. Sehingga memiliki universalitas yang lebih besar dalam prakteknya. Sebagai metode pengumpulan data yang umum, observasi sangat mudah diikuti dan diterima.

  1. Menjadi alat yang tepat untuk kasus tertentu

Observasi dapat menangani seseorang atau fenomena yang tidak mampu memberikan informasi lisan, yaitu mereka yang tidak dapat berbicara misalnya bayi atau hewan. Pengamatan sangat diperlukan untuk studi pada bayi yang tidak dapat memahami tentang peneliti atau mengekspresikan diri dengan jelas.

Dalam kasus pengamatan hewan, observasi adalah satu-satunya jalan keluar. Termasuk untuk mengkaji orang tuli atau bisu yang memiliki kasus-kasus dengan kelainan serius kelainan. Misalnya orang gila, orang yang non-kooperatif, orang-orang terlalu malu, orang-orang yang tidak mengerti bahasa peneliti. Hingga akhirnya observasi akan menjadi alat yang sesuai.

Contoh Observasi Penelitian

Adapun untuk contoh adanya laporan observasi dalam penelitian. Misalnya saja;

  1. Laporan Jumlah Daun Kacang Tanah

Prihal ini apa yang dilakukan oleh peneliti dalam memberikan pemahaman terkait dengan observasi bisa menjelaskan tentang penulisan rataan dalam jumlah daun pada kacang tanah yang menjadi objek penelitian. Maka, sistematika penulisannya;

Penulisan Observasi dalam Penelitian

Berdasarkan grafik rerata jumlah daun dalam observasi yang dilakukan cukup banyak . Karena berdasarkan teori bahwa Unsur hara nitrogen yang terkandung dalam pupuk urea memiliki kegunaannya bagi tanaman yaitu, membuat daun lebih banyak mengandung butir hijau daun (chlorophyl), dapat mempercepat pertumbuhan tanaman.

Tetapi pada minggu ke 6 dan 7 daun mengalami penurunan sedikit diduga karena adanya serangan dari hama ulat daun yang menyebabkan daun menjadi bolong dan ada juga daunnya berwarna kuning dan lama-lama gugur.

  1. Jumlah Bunga Kacang Tanah

Setelah menuliskan rataan daun maka sebagai langkah sistematis haruslah melakukan observasi dalam jumlah bunga dalam kacang tanah. Prihal ini diharapkan mampu memberikan manfaat dalam pembuatan observasi yang lebih besar.

Pembuatan Observasi dalam Penelitian

Berdasarkan grafik observasi rerata jumlah bunga maka pada minggu ke 5 dan 6 mengalami kenaikan diduga karena pada minggu ke 5 dan 6, yaitu fase dimana kacang tanah ini memasuki tahap berbunga yaitu sekitar 4 sampai dengan 6 minggu.

Jadi pada minggu ke lima ini sudah terlihat bahwa kesuburan tanahnya mendukung dan pemeliharaan yang dilakuakan kelompok kami hingga tumbuh bunga sesuai dengan literatur. Namun minggu ketujuh, rerata jumlah bunga kacang tanah mengalami penurunan menjadi 0,8 (1 bunga)karena bunga yang sebelumnya tumbuh berubah menjadi ginofor yang menjadi cikal bakal terbentuknya polong kacang tanah.

Nah, demikinalah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan manfaat melakukan observasi penelitian dan contoh penulisan yang baik dan benar. Semoga saja bisa memberi wawasan beserta edukasi yang mendalam.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *