Pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS), Jenis, Tujuan, Fungsi, dan Cara Membuatnya

Diposting pada
5/5 - (1 vote)

Lembar Kerja Siswa (LKS) Adalah

Lembar Kerja Siswa atau bisanya disingkat LKS pada dasarnya merupsakan salah satu contoh bahan ajar yang digunakan oleh sekolah-sekolah dalam memudahkan proses pembelajaran. Alasannya karena dalam LKS ini telah dilengkapi dengan prosedur penggunaanya, serta berisi materi singkat dan soal-soal latihan yang berkaitan dengan prosedur pengajaran tersebut.

Sehingga prihal ini LKS juga dapat diartikan sebagai selembar kertas yang diberikan oleh seorang guru kepada siswa yang memuat daftar tugas yang harus diselesaikan oleh siswa tersebut. Disisi lain, Lembar Kerja Siswa dapat digunakan untuk semua mata pelajaran, termasuk Matematika, Geografi, Ekonomi, Sosiologi, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan lain-lain. Contoh lembar kerja siswa ini misalnya dalam pelajaran Bahasa Inggris, lembar kerja biasanya berkonsentrasi pada satu bidang pembelajaran tertentu dan sering digunakan untuk mempraktikkan topik tertentu yang baru- dipelajari atau diperkenalkan.

Lembar Kerja Siswa (LKS)

Lembar Kerja Siswa (LKS) biasanya berbentuk lembaran-lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. LKS ini bisa saja berupa petunjuk atau langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Tugas yang diperintahkan dalam lembar kerja tersebut harus jelas dalam hal kompetensi dasar yang akan dicapainya.

Oleh karena itulah Lembar Kerja Siswa bisa digunakan untuk mata pelajaran apapun. Tugas-tugas sebuah lembar kegiatan tidak akan bisa dikerjakan dengan baik oleh siswa secara jika tidak dilengkapi dengan buku atau referensi lain yang terkait dengan materi tugas tersebut.

Pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS)

Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah panduan yang digunakan oleh siswa untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau penyelesaian rumusan masalah dalam suatu proses pembelajaran, oleh karenanya LKS bisa berupa panduan yang digunakan untuk latihan pengembangan aspek kognitif ataupun panduan yang digunakan untuk pengembangan seluruh aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen atau demonstrasi.

Pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS) Menurut Para Ahli

Adapun pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS) menurut para ahli, antara lain:

  1. Trianto (2010), Lembar Kerja Siswa adalah lembaran kertas berisi sekumpulan kegiatan mendasar yang wajib dilaksanakan oleh siswa untuk memaksimalkan pemahaman dalam upaya pembentukan kemampuan dasar indikator pencapaian hasil belajar yang harus ditempuh.
  2. Latihan Kerja Guru Inti (LKGI) HO/n/04/ssi/1990, Arti Lembar Kerja Siswa atau yang disingkat dengan LKS adalah lembaran yang berisi pedoman bagi siswa untuk melaksanakan kerja atau tugas yang terprogram.
  3. Ratna Willis Dahar (1991), Pengertian Lembar Kerja Siswa adalah sebagai lembar kerja yang berisikan informasi dan instruksi dari guru kepada siswa agar siswa dapat mengerjakan sendiri suatu aktivitas belajar, melalui praktik atau penerapan hasil belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Ciri Lembar Kerja Siswa

Lembar Kerja Siswa yang baik memiliki karakateristik sebagai berikut;

  1. LKS terdiri atas beberapa halaman
  2. LKS dicetak sebagai bahan ajar yang spesifik untuk digunakan oleh satuan tingkat pendidikan tertentu
  3. Di dalam LKS terdiri atas uraian singkat yang terkait pokok bahasan secara umum, rangkuman pokok bahasan, puluhan soal-soal pilihan ganda, dan soal-soal isian

Jenis Lembar Kerja Siswa (LKS)

LKS yang dikembangkan dalam pembelajaran di sekolah dapat dibedakan menjadi dua macam:

  1. LKS Tak Berstruktur 

LKS tak berstruktur dapat diartikan sebagai lembaran yang berisi sarana untuk materi pelajaran, yaitu sebagai alat bantu kegiatan siswa yang berguna untuk:

  1. Menyampaikan materi pelajaran,
  2. Mempercepat proses pembelajaran
  3. Memberikan dorongan belajar kepada setiap siswa

LKS tak berstruktur berisi sedikit petunjuk yang tertulis ataupun lisan untuk mengarahkan kerja pada siswa. Contoh LKS tak berstruktur, yaitu:

  1. Lembaran-lembaran yang memuat suatu kelompok data dan disajikan dalam bentuk grafik yang dikutip dari media masa dan bisa digunakan oleh guru dalam membahas materi yang relevan dalam statistik.
  2. Lembaran-lembaran berupa kertas bertitik, kertas berpetak atau kertas milimeter.
  1. LKS Berstruktur

LKS berstruktur adalah lembar kerja yang memuat informasi, contoh dan tugas-tugas. LKS berstruktur dirancang untuk membimbing siswa dalam satu program kerja atau mata pelajaran, dengan sedikit atau tanpa bantuan sama sekali dari pembimbing untuk mencapai sasaran pembelajaran.

Di dalam LKS sudah disertai petunjuk dan pengarahannya. Meskipun demikian, LKS ini tidak bisa menggantikan peran guru dalam kelas karena guru tetap mengawasi kelas, memberikan semangat dan dorongan belajar serta bimbingan pada setiap siswa.

Lembar Kerja Siswa yang baik harus memenuhi persyaratan konstruksi dan didaktik. Persyaratan konstruksi mencakup syarat-syarat yang berhubungan dengan:

  1. Penggunaan bahasa
  2. Susunan kalimat
  3. Kosakata
  4. Tingkat kesukaran dan kejelasan yang harus

Pada hakekatnya, syarat-syarat tersebut haruslah tepat guna dalam arti bisa dimengerti oleh pihak pengguna LKS, yaitu siswa. Sedangkan yang dimaksud dengan syarat didaktif artinya yaitu LKS harus memenuhi asas-asas yang efektif.

LKS dapat digunakan untuk mendidik siswa agar mandiri, percaya diri, disiplin, bertanggung jawab dan mampu mengambil keputusan. Dalam kegiatan pembelajaran, LKS dapat dimanfaatkan pada:

  1. Tahap penanaman konsep, yaitu tahap dalam menyampaikan konsep baru kepada siswa
  2. Tahap penemuan konsep, yaitu tahap lanjutan dari penanaman konsep yang telah diberikan kepada siswa

Tujuan Lembar Kerja Siswa (LKS)

Tujuan penyusuan Lembar Kerja Siswa adalah untuk menuntun siswa terhadap berbagai kegiatan yang perlu diberikan serta mempertimbangkan proses berpikir yang akan ditumbuhkan pada diri siswa. LKS memiliki fungsi sebagai urutan kerja yang diberikan dalam kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler terhadap pemahaman materi yang telah diberikan.

Selain pendapat yang dikemukakan oleh Azhar tersebut, tim instruktur PKG dalam Sudiati (2003:11) juga mengemukakan tujuan Lembar Kerja Siswa (LKS), diantaranya yaitu:

  1. Melatih siswa agar mereka dapat berfikir lebih mantap dalam kegiatan belajar mengajar.
  2. Memperbaiki minat siswa untuk belajar. Untuk tujuan ini misalnya guru dapat membuat LKS dengan lebih sistematis, berwarna serta dilengkapi gambar-gambar untuk menarik perhatian siswa dalam mempelajari LKS tersebut.

Fungsi Lembar Kerja Siswa (LKS)

Mengemukakan bahwa LKS memiliki empat manfaat, yaitu;

  1. Meminimalkan peran guru, tapi memaksimalkan peran siswa
  2. Mempermudah siswa untuk memahami materi yang diberikan
  3. Ringkas dan kaya tugas untuk berlatih
  4. Mempermudah pelaksanaan pengajaran kepada siswa

Cara Mambuat Lembar Kerja Siswa (LKS)

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membuat atau menulis Lembar Kerja Siswa yaitu sebagai berikut:

  1. Merumuskan Kompetensi Dasar (KD) yang harus dikuasai

Langkah pertama yang harus kita lakukan dalam membuat LKS adalah merumuskan KD yang harus dikuasai oleh siswa. Rumusan KD pada LKS tersebut langsung diturunkan dari dokumen Standar Isi (Depdiknas, 2008: 19).

  1. Menentukan alat penilaian

Penilaian dalam hal ini mengacu pada proses penilaian terhadap proses kerja dan hasil kerja siswa. Alat penilaian yang cocok yaitu menggunakan pendekatan Panilaian Acuan Kriteria (PAK) atau Criterion Referenced Assesment karena pendekatan pembelajaran yang digunakan merupakan kompetensi yang penilaiannya didasarkan pada penguasaan kompetensi.

  1. Menyusun materi

Proses penyusunan materi sangat tergantung pada KD yang akan dicapai. Materi LKS bisa berupa informasi pendukung, yang berisi gambaran umum atau ruang lingkup substansi yang akan dipelajari. Materi yang disusun dalam LKS bisa berasal dari berbagai sumber atau referensi, misalnya buku, majalah, internet, jurnal hasil penelitian, dan lain-lain.

Agar pemahaman siswa terhadap suatu materi lebih kuat, maka dalam LKS bisa saja ditunjukkan referensi yang digunakan agar mereka membaca lebih jauh terkait materi tersebut.

Tugas-tugas dalam LKS harus ditulis secara jelas agar mengurangi pertanyaan dari siswa tentang hal-hal yang seharusnya dapat mereka lakukan, misalnya tugas tentang diskusi. Dalam hal ini, judul diskusi harus diberikan secara jelas dan dengan siapa diskusi dilakukan, berapa orang dalam kelompok diskusi dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk diskusi.

  1. Struktur LKS

Dalam menyusun LKS kita juga harus memahasi strukturnya. Secara umum, struktur LKS yaitu sebagai berikut:

  1. Judul, bagian ini dituliskan pada bagian sampul atau cover dari LKS, untuk menunjukkan nama mata pelajaran beserta tingkatan kelas beserta tingkatan semester.
  2. Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru), berisi langkah-langkah bagi guru dalam menyampaikan lembar kerja kepada siswa dan langkah-langkah bagi siswa dalam mempelajari lembar kerja tersebut.
  3. Kompetensi yang akan dicapai, berisi Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), dan indikator pencapaian hasil belajar yang harus dicapai oleh siswa.
  4. Informasi pendukung, berisi informasi tambahan untuk melengkapi LKS sehingga semakin memudahkan siswa untuk menguasai pengetahuan yang akan diperoleh.
  5. Tugas-tugas atau latihan-latihan, berisi tugas-tugas yang diberikan kepada siswa untuk melatih kemampuan mereka setelah mempelajari LKS.
  6. Lembar kegiatan, berisi langkah-langkah kerja atau langkah prosedural terkait cara pelaksanaan kegiatan tertentu yang harus dilakukan oleh siswa berkaitan dengan praktik dalam mata pelajaran tertentu.
  7. Penilaian atau evaluasi, berisi sejumlah pertanyaan yang ditujukan kepada siswa untuk mengukur kompetensi yang berhasil mereka kuasai setelah mengikuti proses pembelajaran.

Nah, itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS), ciri, bentuk, tujuan, fungsi, dan cara membuatnya. Semoga bisa memberikan pemahaman untuk yang sedang memerlukannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *