Kelebihan dan Kekurangan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Diposting pada

Kelebihan Penelitian Tindakan Kelas dan Kekurangan Penelitian Tindakan Kelas

Akhir-akhir ini menggunaan metode penelitian tindakan kelas yang singkat menjadi PTK sangat familiar di kalangan tenaga pendidik atau mahasiswa akhir kependidikan yang berusaha menyelesaikan studi akhir (skripsi). Realitas ini wajar mengingat dengan PTK seseorang mampu untuk memberiskan solusi atas permasalahan yang terjadi.

Tentusaja upaya memperbaiki sistem pendidikan di dalam kelas dengan PTK diperlukan rancangan penelitian yang baik, tujuannya agar langkah penyelesaian PTK menjadi ilmiah. Meski demikian, mempergunakan PTK juga memiliki banyak kelebihan dan kekurangan.

Penelitian Tindakan Kelas

PTK adalah salah satu jenis metode penelitian yang mempertimbangkan situasi atas masalah sosial, khususnya kependidikan agar mampu meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya. Langkah khas dalam melakukan PTK diperlukan dengan mendiagnosis masalah yang terjadi kemudian menyusun perencanaan untuk melakukan penelitian.

Setelah itu si peneliti menjalankan pelaksanaan serta pemantauan, sehingga pada tahapan pelaksnaan dan pemantuan peneliti berperan ganda, yakni menjadi tenaga pendidik secara langsung dan menjadi peneliti itu sendiri.

Kelebihan dan Kekurangan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Penelitian yang mempergunakan tindakan kelas memiliki sejumlah keunggulan dan juga kelemahan di dalamnya. Penjelasan lengkapnya sebagai berikut;

Kelebihan

Diantaranya;

  1. Riset ini mampu menunjang kualitas praktisi pendidikan

Karakteristik penelitian tindakan kelas tidak memiliki hasil akhir, akan melainkan proses bersiklus yang memungkinkan peneliti untuk mencari dan menemukan peningkatan pembelajaran yang sesuai dengan situasi pada saat melakukan penelitian.

Sehingga atas dasar inilah prosedur yang dijalankan memberikan dorongan para praktisi untuk mampu menyelesaian permasalahan yang terjadi.

  1. PTK memberikan peningkatkan kepercayaan

Diakui atau tidak dengan meneliti menggunkaan metodologi penelitian tindakan kelas memberikan kepercayaan bagi para tenaga pendidikan. Sebagai contohnya disini seorang penelitian tindakan menambah kepercayaan diri seorang guru dengan mempelajari berbagai cara agar mereka dapat mengubah hidup dan pentingnya pekerjaan mereka, serta meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam kemampuan mengajar.

Kepercayaan diri yang meningkat oleh para guru ini memberi mereka kepercayaan diri profesional, yang merupakan faktor utama dalam kemampuan pengembangan profesi guru secara berkelanjutan.

  1. Membantu guru dalam menyelidiki permasalahan

Untuk guru sendiri, tujuan penelitian tindakan kelas membantu dalam menyelidiki masalah yang dihadapi di kelas dan menemukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Memberikan proses belajar mengajar yang tepat dan efektif kepada siswa merupakan tanggung jawab utama seorang guru. Dengan memberikan proses belajar mengajar yang tepat dan efektif, seorang guru hendaknya mengetahui dengan tepat situasi konkrit di kelas.

  1. Memberikan dorongan kreativitas dan pemikiran

Ketika melakukan interaksi dengan orang lain, seseorang akan menyadari bahwa setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dengan demikian, mereka akan menerima diri mereka sendiri sebagaimana mestinya, dan melalui kelompoknya mereka akan memiliki berbagai cara pemecahan masalah, banyak saran penyelesaian, banyak analisis kritis, situasi terbuka yang mendorong kreativitas dan pemikiran kritis. 

  1. Memiliki keunggulan dalam kerja sama

Kerja sama dalam proyek penelitian tindakan dapat memenuhi kebutuhan kehidupan modern. Alasannya karena kerja sama memberikan kesempatan untuk menciptakan kelompok baru yang mendorong lahirnya rasa keterkaitan antara guru dan pelajar di dalam kelas, untuk sama-sama memajukan sistem pendidikan.

Kelemahan

Yaitu;

  1. Subyektivitas

Salah satu kritik utama yang kemudian menjadi kelemahan dari penelitian tindakan adalah ketika dibiarkan, hasilnya sarat dengan subjektivitas. Sehingga dalam hal ini ada kecenderungan bagi peneliti untuk terlibat berlebihan sejauh bias pribadi ikut bermain dalam analisis temuan.

  1. Praktisi mengevaluasi dirinya sendiri

Kelemahan utama dari penelitian tindakan adalah bahwa praktisi mengevaluasi dirinya sendiri. Terdapat resiko dalam manfaat penelitian tindakan dalam hal ini yaitu terkait kriteria seleksi siswa.

Apabila ada paksaan atau pemilihan partisipan (siswa) secara sukarela itu dapat menjadi masalah, kejujuran dalam jawaban yang diberikan oleh partisipan juga diragukan, sebab adanya ketakutan akan akibat yang mungkin timbul setelah penelitian.

Hal tersebut akan mengurangi kemampuan penelitian tindakan untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan karena mungkin tidak disajikan gambaran yang sebenarnya dari situasi karena evaluasi pribadi oleh guru.

  1. Diperlukan validitas penulisan dalam penyajian laporan

Kekurangan lain dari penelitian tindakan adalah validitas penulisan dan penyajian laporan akhir oleh praktisi. Seorang praktisi mungkin tidak memberikan laporan yang benar karena hal-hal yang mungkin tidak baik untuk profesinya termasuk kesimpulan yang mungkin kritis terhadap metode praktik mereka.

Disisi praktisi mungkin tidak mau menulis ini di laporan akhir. Oleh karena itu, keabsahan laporan tersebut diragukan.

  1. Tidak dapat digeneralisasikan

Hasil dari penelitian tindakan tidak dapat digeneralisasikan, karena hanya dapat diterapkan pada porsi populasi yang dipelajari dan sistem yang menjadi objek penelitian dan subjek penelitian. Oleh karena itu ketika menyusun naskah bisanya untuk judul kurang variatif, alasannya hanya dirumah objeknya saja.

  1. Memakan waktu yang lebih lama

Kekurangan lain dari penelitian tindakan adalah lebih sulit dilakukan daripada penelitian konvensional, alasannya karena memakan waktu lebih lama dan membutuhkan penyempurnaan metodologi seiring dengan berlanjutnya penelitian.

  1. Peneliti PTK harus mampu mengusain pengetahuan dan keterampilan

Hal tersebut semakin melemah karena adanya perasaan praktisi (guru) yang hanya melakukan penelitian ketika ada kerjasama dengan komunitas kampus yang berkaitan dengan kegiatan keilmuan, sehingga praktisi umumnya kurang berminat untuk melakukan penelitian.

Akibatnya mereka merasa tanpa bantuan konsultan mereka tidak dapat melakukan penelitian dan cenderung tidak dapat dibenarkan secara ilmiah.

  1. Kerentanan terhadap tekanan

Faktor risiko lain dalam melakukan penelitian tindakan adalah peneliti sering menjadi bawahan dalam pengaturan organisasi. Jika peneliti adalah orang dalam dalam organisasi, hubungan kekuasaan dan perbedaan dapat mempersulit perilaku tersebut. Peneliti mungkin ditekan atau dipaksa untuk mengubah temuan agar sesuai dengan tujuan organisasi.

Itulah saja artikel yang bisa kami kemukakan pada semua pembaca berkenaan dengan kelebihan Penelitian Tindakan Kelas dan kekurangan Penelitian Tindakan Kelas. Semoga saja memberikan wawasan bagi semua pembaca yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *