Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Deskriptif

Diposting pada

Kelebihan dan Kekuarangan Penelitian Deskriptif

Pada hakekatnya arti penelitian dapat dikatakan sebagai serangkaian penyelidikan sistematis, yaitu pengumpulan dan analisis informasi yang dilakukan dengan penuh rancangan untuk mengembangkan ataupun berkontribusi pada pengetahuan yang dapat digeneralisasikan.

Pada proses riset ada berbagai jenis metode penelitian, salah satunya yaitu penelitian deskriptif yang berfungsi untuk mendeskripsikan gambaran terhadap objek penelitian yang diteliti melalui data atau sampel yang telah dikumpulkan sebagaimana adanya, tanpa adanya analisis dan membuat kesimpulan secara umum. Penggunaan metode deskriptif ini memiliki banyak kelebihan meskipun ada pula sejumlah kekurangannya.

Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang mendeskripsikan suatu populasi, situasi, atau fenomena yang sedang diteliti. Riset dengan metode ini berfokus pada menjawab pertanyaan bagaimana, apa, kapan, dan di mana, bukan mengapa.

Terdapat berbagai jenis penelitian deskriptif penting untuk dilakukan agar peneliti memiliki pemahaman yang tepat tentang permasalahan apa yang diteliti sebelum menyelidiki mengapa masalah itu ada.

Kelebihan Penelitian Deskriptif

Kelebihan penelitian deskriptif, diantaranya yaitu:

  1. Bermanfaat dalam menentukan karakteristik subjek

Penelitian deskriptif digunakan untuk mengetahui karakteristik subjek, termasuk sifat, perilaku, pendapatnya, dan lain-lain. Informasi ini dapat dikumpulkan dengan menggunakan survei, yang dibagikan kepada responden yang dalam hal ini merupakan subjek penelitian.

  1. Bermanfaat untuk mengukur tren data

Penelitian deskriptif dapat membantu mengukur perubahan data selama beberapa waktu melalui metode statistik. Sebagai contoh yaitu kasus individu yang ingin berinvestasi di pasar saham. Mereka mengevaluasi perubahan harga saham yang tersedia untuk mengambil keputusan investasi.

Namun perusahaan pialang adalah orang-orang yang melakukan proses penelitian deskriptif, sementara individu dapat melihat tren data yang dihasilkan untuk membuat keputusan.

  1. Mampu membuat perbandingan

Penelitian deskriptif juga dapat digunakan untuk membandingkan bagaimana demografi yang berbeda menanggapi variabel tertentu. Misalnya, sebuah organisasi dapat mempelajari bagaimana orang-orang dengan tingkat pendapatan berbeda bereaksi terhadap peluncuran telepon Apple baru.

Untuk mengetahui kondisi pembelian tersebut, peneliti dapat melakukan survei yang akan membantu menentukan kelompok individu mana yang membeli ponsel Apple baru. Apakah mereka yang berpenghasilan rendah juga membeli ponsel, atau hanya yang berpenghasilan tinggi yang membeli?

Penelitian lebih lanjut dengan menggunakan teknik lain akan menjelaskan mengapa orang berpenghasilan rendah membeli telepon meskipun mereka hampir tidak mampu membelinya. Ini akan membantu menginformasikan strategi yang akan memikat orang berpenghasilan rendah lainnya dan meningkatkan penjualan perusahaan.

  1. Memvalidasi kondisi yang ada

Jika kita tidak yakin dengan validitas suatu kondisi yang ada, kita dapat menggunakan penelitian deskriptif untuk memastikan pola yang mendasari objek penelitian. Hal ini dikarenakan metode penelitian deskriptif membuat analisis yang mendalam terhadap masing-masing variabel sebelum mengambil kesimpulan.

  1. Dapat dilakukan selama beberapa waktu (overtime)

Penelitian deskriptif sejatinya dapat dilakukan selama beberapa waktu untuk memastikan perubahan yang diamati pada setiap titik perubahan atas waktu tertentu. Semakin tinggi frekuensi pelaksanaannya, kesimpulannya akan semakin otentik.

  1. Membantu dalam pengambilan keputusan

Data yang dikumpulkan dari penelitian deskriptif sangat membantu dalam pengambilan keputusan penting karena data diperoleh dari populasi yang besar. Karena dengan menggunakan metode penelitian survei deskriptif, informasi statistik dapat diperoleh, dan teknik analisis data tersebut dapat dibuat untuk menyimpulkan hasil penelitian yang diinginkan.

  1. Menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif

Penelitian deskriptif adalah alat inovatif bagi para peneliti karena menyajikan peluang untuk menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif sebagai sarana untuk merekonstruksi “apa yang” dari suatu topik. Variasi data secara penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif dapat memberikan pemahaman holistik tentang rumusan masalah penelitian.

Kekurangan Penelitian Deskriptif

Sedangkan untuk kekurangan penelitian deskriptif, diantaranya yaitu:

  1. Tidak dapat menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana

Metode deskriptif sejatinya hanya memberikan jawaban “apa” dan tidak menjawab mengapa dan bagaimana. Oleh karena itulah melalui penggunaan dalam metode penelitian deskriptif tidak cocok untuk menentukan hubungan sebab dan akibat.

  1. Bergantung pada tanggapan orang

Metode deskriptif terutama bergantung pada tanggapan orang. Ada kemungkinan bahwa orang mungkin tidak bertindak sendiri jika mereka tahu bahwa mereka sedang diamati. Dalam kasus metode survei, terdapat kemungkinan sebagian orang tidak menjawab pertanyaan dengan jujur, sehingga keluaran penelitian deskriptif tidak valid, karena hasil yang didapat dari jenis data ini tidak akan akurat.

  1. Adanya hello effect

Masalah lain yang terkait dengan kekurangan penggunaan penelitian deskriptif adalah efek halo. Seorang peneliti mungkin akan memihak jika dia mengenal partisipan secara pribadi. Pengamatan yang dilakukan dengan cara ini akan dianggap tidak valid.

  1. Keacakan sampel tidak mewakili seluruh populasi

Dalam metode penelitian deskriptif, seorang partisipan yang dipilih secara acak dalam penggunaan instrumen penelitian. Teknik dalam keacakan sampel tersebut tentusaja tidak dapat mewakili seluruh populasi secara akurat dan tepat dalam topik penelitian tertentu.

  1. Memungkinkan adanya bias dari peneliti

Peneliti dapat memutuskan untuk mempengaruhi hasil penelitian karena pendapat pribadi atau bias terhadap subjek tertentu. Misalnya, seorang pialang saham yang juga memiliki bisnis sendiri mungkin mencoba memikat investor untuk berinvestasi di perusahaannya sendiri dengan memanipulasi hasil.

  1. Kerahasiaan adalah kelemahan utama dari penelitian deskriptif

Seringkali subjek atau partisipan tidak jujur karena mereka merasa perlu memberi tahu peneliti apa yang menurut mereka ingin didengar oleh peneliti. Ini bisa menjadi sangat sulit selama wawancara langsung. Partisipan juga dapat menolak memberikan jawaban atas pertanyaan yang mereka anggap terlalu pribadi.

  1. Memungkinkan terjadinya kesalahan dan subjektivitas

Penelitian deskriptif juga menyajikan kemungkinan terjadinya kesalahan dan subjektivitas. Misalnya, ketika seorang peneliti mendesain kuesioner, pertanyaan telah ditentukan sebelumnya dan preskriptif. Selain itu, studi tersebut mungkin mengandung kesalahan karena peneliti mungkin hanya merekam apa yang dia ingin dengar mengabaikan data yang tidak sesuai dengan hipotesis proyek penelitian.

Mengatasi bias penelitian merupakan kesulitan ekstrim bagi praktisi penelitian deskriptif. Oleh karena itu, mereka yang memilih untuk menggunakan pendekatan penelitian deskriptif harus menyadari pengaruhnya sendiri terhadap hasil penelitian.

Itulah tadi artikel yang bisa dikemukakan pada semua kalangan berkenaan dengan kelebihan penelitian deskriptif dan kekurangan dalam penelitian deskriptif.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *