Pengertian Jurnal Nasional, Ciri, Struktur, Cara Membuat, dan Contohnya

Diposting pada

Jurnal Nasional Adalah

Jurnal bisa dikatakan sebagai bagian kumpulan artikelyang diterbitkan secara berkala dengan menyajikan hasil penelitian terbaru. Tentusaja penulisan jurnal ini sendiri biasanya ditulis oleh mahasiswa, dosen, atau para akademisi lainnya.

Disisi lainnya, untuk tinjauan dari lingkup atau cakupan wilayah persebarannya, jurnal dapat dibedakan menjadi dua yaitu internasional dan nasional. Jurnal internasional tentunya memiliki persebaran yang lebih luas karena dapat mencakup berbagai negara, sedangkan jurnal nasional biasnya hanya tersebar di satu wilayah negara. Meskipun dalam lingkup nasional, untuk menjadi jurnal ilmiah yang terakreditasi terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi, termasuk kepemilikan ISSN.

Jurnal Nasional

Diakui ataupun tidak, kebanyakan jurnal nasional yang telah mendapatkan pengakuan dari Kemenristekdikti seringkali disebut dengan jurnal nasional terakreditasi, yaitu terbitan secara berkala tentang perkembangan ilmu pengetahuan yang secara resmi diterbitkan dengan ISSN dan disebarluaskan.

Alasannya, karena jurnal nasional melibatkan pakar nasional sebagai mitra bestari, diminati pakar dari luar lingkungan sendiri, dan disebarluaskan atau didistribusikan secara nasional dan diakreditasi oleh Kemenristekdikti.

Pengertian Jurnal Nasional

Jurnal nasional adalah bagian publikasi ilmiah yang dilakukan secara berkala dalam bentuk artikel yang dikompilasi dalam format jurnal yang bersifat nasional. Bersifat nasional yang dimaksud dalam hal ini yaitu mendapatkan pengakuan, penilaian, atau akreditasi tertentu dari lembaga yang berwenang.

Adapun khususnya untuk di Indonesia lembaga yang memiliki wewenang untuk memberikan akreditasi tersebut adalah Kemenristekdikti.

Pengertian Jurnal Nasional Menurut Para Ahli

Adapun definisi jurnal nasional menurut para ahli, antara lain;

  1. Kaelan (2007), Jurnal nasional adalah bagian daripada adanya manisfestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh sekaligus berkembang dalam beragam aspek kehidupan satu bangsa (nation) dengan mngedepankan ciri khas, dan dengan ciri-ciri yang khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya.

Ciri Jurnal Nasional

Berikut ini kriteria umum jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi, diantaranya:

  1. Memenuhi Kaidah Keilmuan

Baik jurnal ilmiah yang lingkupnya nasional maupun internasional disyaratkan untuk memenuhi kaidah keilmuan, yang bertujuan untuk memastikan bahwa jurnal tersebut dapat memberikan manfaat maksimal kepada para pembacanya.

  1. Memiliki ISSN (International Standard Serial Number)

Kriteria berikutnya yang harus dimiliki oleh jurnal nasional terakreditasi yaitu mempunyai ISSN atau International Standard Serial Number yang berupa 8 digit nomor di belakang jurnal sebagai identifikasi atau nomor pengenal jurnal yang bersangkutan.

Syarat yang satu ini bukan hanya berlaku untuk jurnal nasional, melainkan juga berlaku untuk jurnal yang bertaraf internasional. Manfaat ISSN tersebut yaitu untuk memudahkan proses administrasi saat terjadi pemesanan jurnal, sekaligus untuk memudahkan dalam malekukan identifikasi terhadap masing-masing jurnal.

  1. Terdapat Terbitan Versi Online

Jurnal nasional juga perlu untuk mempunyai versi online agar pembaca yang membutuhkannya dapat mengakses jurnal dimanapun dan kapanpun, sekaligus untuk memudahkan mereka dalam mendownload atau mengunduh file jurnal nasional terakreditasi dalam format PDF.

Sehingga, secara umum jurnal biasanya mempunyai dua bentuk terbitan, yaitu secara cetak dan secara elektronik. Masing-masing versi cetakan mempunyai ISSN berbeda, sesuai aturan yang berlaku.

  1. Jurnal Dikelola Secara Profesional

Jurnal yang sudah berskala nasional harus dikelola secara professional agar memenuhi syarat sebagai jurnal nasional terakreditasi. Profesional yang dimaksudkan dalam hal ini yaitu jurnal penerbitan jurnal dilakukan secara berkala dan kontinyu atau berkelanjutan.

Misalnya jika diterbitkan dua kali dalam setahun, maka setiap tahunnya jurnal tersebut harus menerbitkan paling tidak dua jurnal berbeda.

  1. Ditujukan untuk Masyarakat Ilmiah

Pada dasarnya publikasi dari jurnal nasional dapat bermanfaat dalam membantu masyarakat ilmiah memperoleh sumber referensi yang valid. Yang dimaksud masyarakat ilmiah dalam hal ini adalah kalangan cendekiawan yang memerlukan referensi dari hasil penelitian.

  1. Diterbitkan oleh Lembaga yang Mumpuni

Jurnal ilmiah yang ingin dipublikasikan secara nasional dan terakreditasi harus diterbitkan oleh lembaga yang mumpuni. Misalnya penerbit, badan ilmiah, organisasi profesi, maupun perguruan tinggi beserta unit-unitnya.

Selain itu, penerbit juga diwajibkan mempunyai ISSN, sebagai bukti bahwa sudah memenuhi standar nasional. Jadi memang tidak sembarang dan semua penerbit dapat mempublikasikan jurnal nasional.

  1. Menampung Hasil Penelitian dari Berbagai Bidang Ilmu

Jurnal ilmiah yang dipublikasikan dan terakreditasi harus mampu menampung berbagai jenis metode penelitian. Perlu kita ketahui bahwa metode penelitian tersebut adalah yang relevan dengan bidang keilmuan dan juga keahlian, sehingga penyusun artikel jurnal nasional terakreditasi harus melalui proses penelitian. Hasil penelitian itu kemudian dituangkan menjadi karya ilmiah dan diterbitkan menjadi jurnal ilmiah.

  1. Mempunyai Direksi

Dewan direksi maupun editor dalam jurnal ilmiah nasional harus terdiri atas para ahli di bidangnya. Editor-editor tersebut sebisa mungkin atau minimal berasal dari dua institusi yang berbeda, sehingga mempunyai keilmuan yang lebih beragam agar dapat memberikan koreksi secara detail.

  1. Terindeks di DOAJ

Khusus untuk jurnal-jurnal nasional telah terakreditasi harus dipastikan mempunyai kualitas tinggi dan perlu juga terindeks di DOAJ (Directory of Open Acces Journal). DOAJ ialah situs web yang menampilkan jurnal akses terbuka, dan disinilah jurnal berkualitas bisa ditemukan.

Struktur Kepenulisan Jurnal Nasional           

Struktur untuk menulis artikel jurnal nasional terdiri atas:

  1. Judul artikel, Bagian ini memberikan gambaran besar terkait apa yang kita bahas dalam penelitian.
  2. Nama penulis dan instansi, Bagian ini menunjukkan siapakah yang menulis artikel tersebut dan darimanakah instansinya berasal.
  3. Abstrak, Bagian ini menunjukkan poin-poin penting dari penelitian kita dengan jelas dan ringkas.
  4. Kata Kunci, Bagian ini menunjukkan konsep-konsep inti yang kita bahas dalam artikel jurnal, yang biasanya terdiri atas 3 sampai dengan 5 kata.
  5. Pendahuluan, Bagian ini menunjukkan apa yang melatarbelakangi penelitian kita, permasalahan apa saja yang kita bahas, serta tujuan atau manfaat penelitian kita.
  6. Metode, Bagian ini menunjukkan metode yang kita gunakan dalam penelitian, bisa mencakup teknik pengumpulan data kita, siapa populasi dan sampel penelitian kita, alat dan bahan yang kita butuhkan, dan yang paling penting adalah teknik analisis yang kita gunakan untuk mengolah data penelitian.
  7. Hasil, Bagian ini menunjukkan hasil pengolahan data kita dengan menggunakan teknik analisis yang telah kita tuliskan pada bagian metode.
  8. Pembahasan, Bagian ini memperjelas mengapa hasil penelitian kita demikian, dan bagaimana kaitannya dengan penelitian lain, serta berisi refleksi peneliti terhadap studi yang telah dilakukan.
  9. Kesimpulan, Bagian ini berisi kesimpulan penelitian kita yang secara ringkas mencakup mulai dari pendahulun hingga pembahasan.
  10. Referensi, Bagian ini berisi semua referensi yang kita gunakan dalam penelitian, baik yang berasal dari buku, jurnal online atau tercetak, serta berbagai dokumen lainnya.

Cara Membuat Jurnal Nasional

Cara yang dapat kita lakukan dalam membuat jurnal nasional, diantaranya:

  1. Membuat judul

Judul adalah indikator pertama yang akan didapatkan pembaca dari penelitian dan konsep yang kita tuliskan. Judul harus singkat, akurat, dan informatif. Kita harus memasukkan kata yang paling relevan dalam judul kita, tetapi hindari menyertakan singkatan dan rumus.

  1. Menyusun abstrak

Penyusunan abstrak harus selalu dipertimbangkan dengan baik, karena merupakan elemen utama dari artikel kita yang akan dilihat oleh pembaca. Abstrak harus berupa paragraf pendek (biasanya sekitar 150-300 kata) yang biasanya terdiri atas: Tentang apa penelitian kita?, Metode apa yang kita digunakan?, Apa temuan utama penelitian kita?

  1. Membuat kata kunci

Kata kunci merupakan bagian penting dalam menuliskan artikel jurnal, sehingga kita harus memilih kata kunci yang sesuai dengan poin penting yang kita bahas dalam artikel kita, dan membantu calon pembaca untuk menemukan artikel kita saat melakukan pencarian referensi.

  1. Menyusun pendahuluan

Pendahuluan adalah bagian penting dari proses penulisan artikel. Pendahuluan tidak hanya memperkenalkan topik dan pendirian kita tentang topik penelitian tersebut, tetapi juga (menempatkan/mengkontekstualisasikan) argumen kita dalam bidang akademik yang lebih luas. 

  1. Menuliskan metode penelitian

Peneliti harus menjelaskan desain percobaan yang dilakukan, mulai dari alat dan bahan, teknik pengumpulan data, jenis pengendalian atau perlakuan, dan lain-lain. Apabila percobaan dilakukan di alam, maka peneliti harus menggambarkan lokasi penelitian, serta menjelaskan pekerjaan apa saja yang dilakukan.

Perlu kita ingat bahwa pada bagian ini harus memaparkan secara rinci dan jelas sehingga pembaca memahami langkah-langkah penelitian kita.

  1. Menyusun hasil dan pembahasan

Hasil dan pembahasan merupakan bagian utama dalam artikel jurnal kita karena ini merupakan tempat argumen utama dan bukti penelitian kita berada. Setiap paragraf akan merangkum gagasan yang berbeda dan akan ada hubungan yang jelas antara setiap paragraf.

Ada jurnal yang memisahkan bagian hasil dan pembahasan ini menjadi dua bagian yang berbeda, tapi ada pula yang menjadikannya satu bagian. Baik dibuat secara terpisah atau menyatu, perlu kita ingat bahwa pada dasarnya bagian hasil harus menyajikan data yang ringkas dengan menggunakan naskah naratif, atau bisa juga dalam bentuk tabel atau gambar.

Ingat bahwa jika bagian hasil dan pembahasan terpisah, maka bagian hasil hanya menunjukkan hasil pengolahan data kita tanpa adanya penjelasan apapun, karena itu nanti yang akan dituliskan secara detail pada bagian pembahasan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa pembahasan merupakan bagian yang berisikan penafsiran data sesuai dengan pola yang diamati. Pada bagian pembahasan, peneliti harus menyertakan penjelasan mengapa hasil penelitian berbeda dari hipotesis atau menunjukkan hasil yang berbeda atau serupa dengan percobaan terkait yang dilakukan oleh peneliti lain.

  1. Menyusun kesimpulan

Kesimpulan harus merangkum semua konsep yang kita perkenalkan dalam penelitian untuk menunjukkan bahwa setiap data yang disajikan berkaitan dengan pernyataan yang dinyatakan dalam pendahuluan. Ingat bahwa Tidak ada konsep baru yang akan kita perkenalkan di bagian ini.

  1. Menuliskan referensi dan kutipan

Referensi dan sitasi atau kutipan harus seimbang, terkini dan relevan. Meskipun setiap bidang berbeda, kita harus berusaha untuk mengutip referensi yang tidak lebih dari 10 tahun jika memungkinkan. Studi yang kita kutip harus sangat terkait dengan pertanyaan penelitian kita. Dan kita harus memahami cara sitasi yang benar agar tidak terindikasi plagiat.

Contoh Jurnal Nasional

Adapun untuk contoh adanya jurnal nasional antara lain;

  1. HUMANITAS

HUMANITAS yang memiliki singkatan Indonesian Psychological Journal adalah bagian daripada adanya jurnal ilmiah nasional yang sudah terakreditasi dengan baik. Yaitu Sinta 2. Jurnal ini secara institusinya sendiri diterbitkan oleh Universitas Ahmad Dahlan Yogjakarta.

Nah, demikinalah artikel lengkap yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan pengertian jurnal nasional menurut para ahli, ciri, struktur, cara menulis, dan contohnya. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi kalian semuanya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.