Jenis Kerangka Berpikir dalam Karya Ilmiah

Diposting pada

Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran dalam karya tulis ilmiah sejatinya sangat diperlukan bagi siapapun yang akan melakukan beragam jenis penelitian. Hal ini lantaran kerangka berfikir adalah pedoman awal untuk proses menjalankan riset baik.

Hakekatnya pula dalam kerangka berfikir untuk penulisan laporan penelitian terbagi dalam berbagai macam. Untuk itulah tulisan ini mencoba menjelaskan secara detail.

Kerangka Berpikir

Kerangka pemikiran adalah sintesis literatur peneliti tentang cara menjelaskan suatu fenomena yang telah terjadi dengan langkah memetakan tindakan yang diperlukan dalam studi riset yang diberikan pengetahuan sebelumnya tentang sudut pandang peneliti lain dan pengamatannya pada subjek penelitian.

Macam Kerangka Berpikir

Adapun untuk jenis-jenis kepenulisan dalam kerangka berpikir ilmiah ini terbagi dalam dua bentuk. Yaitu;

Kerangka Berpikir Teori (Theoritical Framework)

Kerangka berpikir teori adalah konsep untuk seluruh penyelidikan ilmiah. Kerangka dalam penulisa ini berfungsi sebagai panduan untuk membangun dan mendukung studi penelitian, dan juga menyediakan struktur untuk menentukan bagaimana penelitian yang dilakukan akan secara filosofis, epistemologis, metodologis, dan analitis mendekati hasil secara keseluruhan.

Bahkan eisenhart mendefinisikan kerangka berpikir teori sebagai sebuah struktur yang memandu penelitian dengan mengandalkan teori formal dibangun dengan menggunakan penjelasan yang kuat dan koheren tentang fenomena dan hubungan tertentu.

Dengan demikian, kerangka berpikir sebagai landasan teori terdiri dari teori yang dipilih atau teori yang mendasari berpikir berkenaan dengan bagaimana peneliti memahami dan merencanakan untuk meneliti topik penelitian, serta konsep dan definisi dari teori itu yang relevan dengan topik penelitian.

Lovitts (2005) secara empiris mendefinisikan kriteria untuk menerapkan atau mengembangkan teori untuk karya ilmiah yang harus sesuai, ditafsirkan secara logis, dipahami dengan baik, dan dilakukan penyelarasan dengan pertanyaan yang ada.

Contoh Penulisan Kerangka Berpikir Teori
Kerangka Pemikiran Teori
Kerangka Berpikir Teori

Kerangka Berpikir Konseptual (Conceptual Framework)

Miles dan Huberman (1994) mendefinisikan kerangka berpikir konseptual sebagai produk visual atau tertulis yang menjelaskan baik secara grafis atau dalam bentuk penelitian naratif, hal-hal utama yang harus dipelajari seperti faktor-faktor kunci, konsep, atau variabel penelitian dan hubungan yang diduga di antara mereka.

Di sini digunakan istilah ini dalam arti yang lebih luas, untuk merujuk pada gagasan dan keyakinan aktual yang dimiliki peneliti tentang fenomena yang dipelajari, apakah ini ditulis atau tidak. Ini juga dapat disebut konteks ide untuk penelitian yang dilakukan.

Sebuah panduan berharga untuk mengembangkan kerangka pemikiran konseptual dan menggunakan ini selama proses penelitian dengan analisis terperinci dari empat studi aktual (Ravitch and Riggan, Reason and Rigor: How Conceptual Frameworks Guide Research (2011).

Hal yang paling penting untuk dipahami tentang kerangka berpikir konseptual adalah bahwa itu merupakan konsepsi atau model dari apa yang ada di luar sana yang direncanakan untuk dipelajari dan tentang apa yang sedang terjadi dengan hal-hal ini dan mengapa teori tentatif dari fenomena yang sedang peneliti selidiki.

Fungsi teori ini adalah untuk memberi informasi kepada sisa desain penelitian untuk membantu penilit menilai dan memperbaiki tujuan penelitian, mengembangkan pertanyaan penelitian yang realistis dan relevan, memilih metode yang sesuai, dan mengidentifikasi potensi ancaman validitas pada kerangka berpikir konseptual peneliti. Ini juga membantu membenarkan penelitian.

Contoh Penulisan Kerangka Berpikir Konseptual
Contoh Kerangka Pemikiran Konseptual
Kerangka Berpikir Konseptual

Dari uraian atas penjasan diatas, dapatlah dikatkan jikalau seorang peneliti hakekatnya harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar menyusun kerangka berpikir. Pengumpulan dan teknik analisis data juga didasarkan pada kerangka berpikir.

Hal seperti ini, dinyatakan dengan tegas oleh Grant dan Osanloo (2014), yang mengatakan;

Tanpa kerangka teori, struktur dan visi untuk studi tidak jelas, seperti rumah yang tidak dapat dibangun tanpa cetak biru

Oleh karena demikianlah. Sebaliknya, dalam rencana penelitian yang berisi kerangka teori memungkinkan studi penelitian menjadi kuat dan terstruktur dengan aliran yang terorganisir dari satu bab ke bab berikutnya. Semoga tulisan tentang macam-macam kerangka berfikir dan contohnya dalam penelitian ini bisa bermanfaat.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *