4 Contoh Validitas Isi dan Konstruk Beserta Perbedaannya

Diposting pada

Contoh Validitas Isi dan Validitas Konstruk

Validitas pada hakikatnya mengacu pada seberapa akurat suatu metode penelitian dalam tahap mengukuran apa yang ada dala objek penelitian. Sehingga prihal inilah, apabila arti penelitian mempunyai validitas tinggi, hal tersebut berarti bahwa penelitian tersebut akan menunjukkan hasil yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan variasi nyata dalam dunia fisik atau sosial.

Sedangkan untuk reliabilitas yang tinggi merupakan salah satu indikator bahwa suatu pengukuran valid. Apabila suatu metode tidak dapat diandalkan atau tidak reliabel, mungkin metode tersebut tidak valid. Namun pastinya, dalam penggunaan pengukurannya sendiri terdapat beragam jenis validitas. Diantarnya validitas isi dan konstruk, validitas tampang, validitas kriteria, dan lain sebagainya.

Validitas Isi dan Konstruk

Diakui ataupun tidak, meskipun validitas konstruk dan validitas isi sama-sama termasuk dalam kategori validitas relasional, tapi keduanya memiliki penekanan atau berfokus pada pengujian yang berbeda. Perbedaan ini sendiri terletak pada penentuan subjek penelitian dan informan penelitian.

Contoh Validitas Isi dan Konstruk

Untuk memahamkan keduanya. Berikut ulasan tentang contoh dan perbedaan yang ada.

  1. Contoh Validitas Isi

Contoh validitas isi pada terlihat pada kasus tes dengan validitas isi yang rendah misalnya saja adanya sebuah sekolah ingin merekrut guru IPA baru, dan panel leader di sekolah tersebut mulai memeriksa berbagai kandidat. Mereka menyusun daftar pendek dan kemudian melakukan tes, memilih kandidat dengan skor terbaik. Sayangnya, dia terbukti sebagai guru IPA yang masih banyak kekurangan dalam hal penguasaan materi IPA secara keseluruhan.

Setelah melihat tes tersebut, dewan pendidikan mulai melihat di mana kesalahan para penyusun soal tes, ternyata sebagian besar pertanyaan adalah tentang fisika, jadi tentu saja sekolah menemukan guru fisika paling berbakat. Namun, pekerjaan khusus ini diharapkan guru IPA untuk mengajar biologi, kimia dan psikologi. Validitas isi tes buruk dan tidak sepenuhnya mewakili konstruk ‘menjadi guru IPA yang baik.’

Karena malu, sekolah mendesain ulang tes tersebut dan menyerahkannya kepada panel ahli pendidikan. Setelah meminta para kandidat untuk mengikuti tes yang direvisi, sekolah menemukan guru lain, dan dia terbukti sebagai guru IPA yang sangat baik dan berpengetahuan luas. Tes ini memiliki validitas isi yang jauh lebih tinggi dan sepenuhnya mewakili setiap elemen konstruksi.

  1. Contoh dan Konstruk

Adapun untuk contoh validitas konstruk misalnya seorang dokter menguji keefektifan obat penghilang rasa sakit pada penderita punggung kronis. Setiap hari, dia meminta subjek tes untuk menilai tingkat rasa sakit mereka pada skala satu hingga sepuluh rasa sakit itu ada, kita semua tahu itu, tetapi itu harus diukur secara subjektif.

Dalam hal ini, validitas konstruk akan menguji apakah dokter benar-benar mengukur nyeri dan bukan mati rasa, ketidaknyamanan, kecemasan, atau faktor lainnya. Oleh karena itu, konstruk yang didefinisikan dengan benar, akan membuat kita dapat melihat kemampuan konstruk, ukuran seberapa baik tes mengukur konstruk. Sehingga alat yang memungkinkan para peneliti untuk melakukan analisis sistematis tentang seberapa baik penelitian mereka dirancang.

Perbedaan Validitas Isi dan Konstruk

Perbedaan yang ada dalam validitas konstruk dan validitas isi dalam penelitian. Antara lain;

  1. Suatu tes dikatakan mempunyai validitas konstruk jika butir-butir soal yang membangun tes tersebut mampu mengukur setiap aspek berpikir sebagaimana yang telah disebutkan dalam tujuan pembelajaran khusus (tujuan istruksional khusus).

Oleh karena itulah, untuk mengetahui apakah suatu tes telah memenuhi persyaratan validitas konstruk atau tidak, maka yang harus dilakukan adalah dengan membandingkan susunan tes tersebut dengan syarat-syarat penyusunan tes yang baik.

Jika susunan tes tersebut sudah memenuhi persayaratan penyusunan tes, itu menunjukkan bahwa tes tersebut memenuhi syarat validitas konstruksi, begitu pula sebaliknya, jika tidak memenuhi persayaratan penyusunan tes berarti tidak memenuhi validitas konstruksi.

  1. Suatu tes. Misalnya tes hasil belajar dikatakan valid, jika materi tes tersebut merupakan bahan-bahan yang representatif terhadap bahan-bahan pelajaran yang telah diberikan. Atau bisa pula dikatakan bahwa sebuah tes dikatakan mempunyai validitas isi jika mampu mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang diberikan.

Oleh karena bahan-bahan materi yang diajarkan sebagaimana yang tertera dalam kurikulum, maka validitas isi sering disebut juga validitas kurikuler. Validitas isi bisa diupayakan tercapainya sejak saat penyusunan, yang dapat dilakukan dengan cara memerinci materi kurikulum atau materi buku pelajaran

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa validitas isi dan validitas konstruk menjadi bagian daripada adanya validitas relasional. Sehingga beberapa contoh spesifik dalam validitas konstruk dapat berupa kemahiran bahasa, kemampuan artistik, atau tingkat agresi yang ditampilkan. Konsep-konsep ini abstrak dan teoretis, tetapi telah diamati dalam praktiknya.  Bahkan konstruksi yang memiliki skala pengukuran yang dapat diterima (seperti IQ) terbuka untuk diperdebatkan.

Adapun untuk kriteria yang menjadi bagian daripada validitas isi lebih berfokus pada penggunaan instrumen penelitian yang ditentukan berdasarkan metode penelitian.

Nah, demikianlah pejelasan sekaligus pengulasan tentang adanya contoh validitas isi dan validitas konstruk beserta dengan perbedaannya keduanya. Semoga saja memberikan wawasan bagi kalian semuanya yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.