6 Contoh Quota Sampling dan Cara Menentukannya

Diposting pada

Contoh Quota Sampling dalam Penelitian

Dalam teknik pengambilan sampel melalui quota sampling setidaknya ada serangkaian pemilihan sampel non acak yang diambil, tetapi proses dilakukannya dari satu kategori yang menurut beberapa riset dilakukan oleh peneliti tidak dapat diandalkan. Disinilah dibutkan kemampuan para peneliti menghadapi risiko bias.

Meskipun demikian, dalam berbagai contohnya sendiri riset kuantitatif ini kerapkali ditemukan. Alasannya tak lain karena pengambilan sampel kuota mudah digunakan ketika analisis komparatif dari dua sub kelompok yang diperlukan. Sehingga pengambilan sampel kuota membantu dalam menentukan fitur pembeda di antara sifat-sifat yang saling berhubungan dari dua sub kelompok tersebut.

Quota Sampling

Quota sampling adalah bagian daripada adanya teknik pengambilan sampel dengan langkah tersebih dahulu menetapkan sejumlah tertentu sebagai target (kuota) yang harus dipenuhi dari setiap populasi yang ada. Sehingga dalam kasus ini jumlah populasinya tidak jelas bahkan tidak terhingga.

Contoh Quota Sampling

Adapun untuk contoh kasus pengguaan metode quota sampling dalam berbagai topik penelitian. Misalnya saja;

  1. Kesehatan

Penelitian kesehatan yang menujukan adanya soal quota sampling dalam penelitian. Misalnya saja;

Soal quota sampling dalam penelitian

Adanya seorang perawat kesehatan yang ingin melakukan penelitian tentang dampak penyakit malaria yang lagi menjadi wabah di suatu daerah. Dimana untuk tujuan penelitian ini, perawat tersebut telah menentukan jumlah sampel pasien terjangkit penyakit malaria sebanyak 50 pasien.

Untuk proses penentuan jumlah sampel didasarkan kepada waktu, biaya, dan tenaga yang disediakan perawat di rumah sakit tersebut. Sehingga adanya tujuan penelitian di atas, perawat tersebut mengambil sampel sebanyak 50 pasien.

Oleh karena itulah, penelitian tidak akan dihentikan jika jumlah pasien yang terkena penyakit malaria belum mencapai kuota (50 pasien) dan akan dihentikan jika telah memenuhi kuota. Pengambilan sampel seperti ini menggunakan teknik quota sampling.

  1. Pendidikan

Topik terkait dengan pendidikan yang menggambarkan adanya quota sampling biasanya berhubungan dengan jumlah siswa ataupun mahasiswa. Kasusnya;

Kasus quota sampling dalam penelitian

Sebuah kampus swasta terbaik di Jawa Tengah pada tahun ini akan menerima 1.000 mahasiswa baru. Untuk tujuan ini perguruan tinggi tersebut membuka pendaftaran setiap hari dan melakukan tes saringan masuk setiap hari menggunakan komputer (computer based).

Sehingga adanya tujuan penelitian di atas, perguruan tinggi tersebut membuka pendaftaran mahasiswa baru dengan sistem computer based. Pendaftaran mahasiswa baru akan dihentikan jika mahasiswa baru yang diterima telah mencapai 1.000 mahasiswa.

Cara Menentukan Quota Sampling

Teknik pengambilan sampel probabilitas melibatkan sejumlah besar aturan yang perlu diikuti peneliti untuk membentuk sampel. Namun, karena quota sampling adalah teknik pengambilan sampel non probabilitas, tidak ada aturan untuk membuat sampel secara formal. Biasanya, ada empat langkah untuk membentuk quota sampling, yaitu sebagai berukut:

  1. Bagilah sampel dari suatu populasi menjadi beberapa sub kelompok

Dalam membagi sampel dari suatu populasi menjadi beberapa kelompok harus eksklusif satu sama lain. Misalnya, peneliti dapat membagi populasi siswa tertentu berdasarkan program gelar profesional mereka, seperti teknik, seni, humaniora, dan kedokteran.

  1. Hitung bobot sub kelompok

Peneliti mengevaluasi proporsi subkelompok dalam populasi dengan menetapkan bobot masing-masing. Misalnya, kita dapat menetapkan bobot 25% untuk mahasiswa teknik, 30% untuk mahasiswa humaniora, 15% untuk mahasiswa seni, dan 30% untuk mahasiswa spesialis kedokteran.

  1. Pilih ukuran sampel yang sesuai

Pada langkah ketiga, peneliti harus memilih ukuran sampel dengan tetap mempertahankan proporsi yang dievaluasi pada langkah sebelumnya. Atau dengan kata lain, ukuran kuota harus mewakili populasi subkelompok kolektif. Misalnya, peneliti dapat memilih sampel total 500 siswa dari populasi 50.000 siswa. Sampel yang dipilih setelah mengikuti tiga langkah pertama harus mewakili populasi target.

  1. Lakukan survei sesuai dengan kuota yang ditentukan

Pastikan untuk tetap berpegang pada kuota yang telah ditentukan untuk mencapai hasil aktual yang dapat ditindaklanjuti.

Atau dengan kata lain, pilih responden penelitian survei berdasarkan bobot yang dialokasikan pada Langkah 2. Sebagai contoh, survei mahasiswa teknik sampai kita mencapai bobot yang ditentukan – 25% dari sampel 500 siswa, yaitu 125 siswa. Lanjutkan proses ini hingga semua kuota terpenuhi dan 500 siswa telah disurvei.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa quota sampling menjadi metode pengambilan sampel kuota yang dapat bermanfaat dalam skenario di mana si peneliti memiliki kriteria khusus untuk melakukan penelitian.

Pengambilan sampel kuota cukup nyaman digunakan dalam situasi seperti itu karena karakteristik pemfilteran dari metode dalam kasus tersebut.

Nah, demikinalah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan contoh quota sampling dalam penelitian dan cara menentukannya yang baik dan benar. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi kalian semuanya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.