6 Contoh Probability Sampling dan Non Probability Sampling Beserta Perbedaannya

Diposting pada

Contoh Probability Sampling dan Non Probability Sampling

Probability sampling dan non probability sampling bisa dikatakan sebagai bagian daripada teknik pengambilan sampel dalam penelitian yang dilakukan dengan meneraap kajian statistik dan statistika.

Disisi lainnya keduanya familiar untuk proses penentuan jenis populasi dan sampel yang biasanya dimanfaat untuk metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Yang pastinya, meski keduanya memiliki sejumlah perbedaan prihal penerapan dan contoh kasusnya dalam arti penelitian.

Probability Sampling dan Non Probability Sampling

Probability sampling dan non probability sampling adalah metodologi statistik mengenai tahapan penentuan sebagian anggota sampel dari populasi yang tersedia terhadap topik penelitian tertentu. Sehingga, jika pengambilan sebagian anggota populasi dilakukan dengan benar, maka proses analisis statistik dari sebagian informan penelitian tersebut dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan tentang seluruh populasi yang tersedia.

Contoh Probability Sampling dan Non Probability Sampling

Adapun untuk contoh kasus yang berhubungan dengan probability sampling dan non probability sampling dalam penelitian. Misalnya saja;

  1. Probability Sampling

Antara lain;

  1. Penelitian

Jikalau adanya keinginan seorang peneliti yang menelaah terkait dengan jumlah pembelian sepeda motor yang dilakukan masyarakat sebanyak 4 tipe (A, B, C, D) dan akan diambil sampelnya hanya sebanyak 2 tipe dengan pengembalian.

Maka, proses penentuan sampel dilakukan dari banyaknya seluruh kemungkinan sampel yang tersedia dalam populasi. Yaitu 16. Untuk rumusnya;

Contoh Probability Sampling

Dengan opsi jawaban yang ada terdiri atas AA, AB, AC, AD, BA, BB, BC, BD, CA, CB, CC, CD, DA, DB, DC, DD

  1. Non Probability Sampling

Yaitu;

  1. Karya Tulis

Penentuan sampel dengan teknik non probability sampling juga bisa ditemukan dalam beragam jenis karya ilmiah. Misalnya saja skripsi, laporan penelitian, makalah, dan lainnya. Contoh kasusnya misalnya saja ada sistem pendaftaran untuk memperoleh vaksid covid-19 yang sejatinya metodologi ini menggunakan teknik quota sampling yang menjadi bagian daripada jenis non probability sampling. Metode tersebut disebabkan adanya proses pendaftaran akan ditutup jika kuota masyarakat yang akan memperoleh vaksi telah terlampaui.

Jadi, adanya mekanisme pendaftaran untuk memperoleh vaksin akan tetap dibuka dan akan ditutup jika kuota telah terpenuhi.

Perbedaan Probability Sampling dan Non Probability Sampling

Bagan penjelasan yang menguraikan terkait dengan perbedaan penentuan sampel dengan probability sampling dan non probability sampling. Yaitu;

No Perbedaan Probability Sampling Non Probability Sampling
1 Jenis Berdasakan bentuknya metode pengambilan sampel dengan teknik probability sampling terdiri atas sampel acak sederhana, sampel acak berlapis, sampel acak kelompok, sampel acak 2 tahap, dan sampel acak sistematis. Metode penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling, accidental sampling, quota sampling, saturation sampling, dan snowball sampling.
2 Metode Objektif Subjektif
3 Kesimpulan Statistik Analitik
4 Sifat Setiap subjek penelitian memperoleh kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai informan denga sifat representatif Sampel yang dipilih sebagai informan tidak diketahui siapa yang akan dipilih sebagai sampel

Nah, demikianlah penjelasan yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan contoh probability sampling dan non probability sampling beserta dengan perbedaan keduanya. Semoga saja bisa memberikan wawasan bagi kalian.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.