13 Contoh Penelitian Terapan dan Cara Membuatnya

Diposting pada

Contoh Penelitian Terapan

Penelitian pada dasarnya dilakukan sebagai proses untuk mengeksplorasi dan memahami interaksi variabel penelitian secara menyeluruh, dengan konsekuensi yang ketat dalam suatu jenis metode penelitian. Prihal seperti ini juga dilakukan dalam penelitian terapan.

Dimana tujuan dilakukannya ialah untuk memahami dan mengukur seberapa efektif sistem rekayasa dalam memecahkan rumusan masalah yang dirancang. Oleh karena itulah banyak contoh sebanarnya terkait dengan penelitian terapan, baik dalam pendidikan, ilmu sosial, sampai dengan ekonomi.

Penelitian Terapan

Penelitian terapan adalah proses mengukur seberapa baik kita menerapkan pengetahuan yang telah kita pelajari dari ilmu dasar guna memecahkan beberapa masalah. Dalam penelitian ini, kita menggunakan teknik pengumpulan data yang mirip dengan penelitian dasar, tapi tujuan penelitiannya saja yang berbeda.

Perbedaan penelitian dasar dan terapan adalah terkait dengan “masalah” yang terbentuk sebelumnya yang perlu “diselesaikan”. Ciri penelitian terapan meliputi tahapan perancangan, implementasi, dan sistem pengujian. Penelitian terapan sering menggunakan kekakuan eksperimental tetapi sebagian besar berfokus pada pemahaman kinerja sistem atau aplikasi yang direkayasa, seperti tingkat positif benar atau salah dari algoritma deteksi intrusi.

Contoh Penelitian Terapan

Adapun guna memberikan pemahaman yang mendalam berikut ini contoh kepenulisan dalam penelitian terapan yang terdapat di berbagai jenis metode penelitian baik untuk karya tulis ilmiah dengan pendekatan kualitatif ataupun kuantitatif.

  1. Pendidikan

Pendekatan dalam penelitian terapan khususnya seringkali dijumpai dalam PTK (Penelitian Tindakan Kelas) baik untuk kepentingan dalam membuat skripsi, KTI, ataupun lainnya. Adapaun contoh kepenulisan yang bisa dilakukan dalam hal ini misalnya saja mengkaji tentang topik penelitian

Fun Learning untuk Sistem Pendidikan Anak Usia Dini

Maka, contoh kepenulisan riset terapan yang bisa dilakuan dengan menelaan terlebih dahulu maka fun pembelajaran dalam sistem pendidikan PAUD.

Hasil Penelitian Terapan Pendidikan

Fun dalam berbagai bidang berarti kegembiraan, kesenangan, sedangkan learn berarti belajar, mempelajari. Menurut pernyataan Suyitno (2007) mennyatakan bahwa, belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang ada pada diri individu baik yang berkenaan dengan aspek logika, etika, estetika, karya, dan praktik.

Sesuai dengan artinya metode fun learning adalah sistem pendidikan yang dapat menciptakan suasana hangat dan menyenangkan dalam proses pembelajaran sebagai upaya perubahan tingakah laku individu. Suasana hangat, akrab memungkinkan terciptanya pembelajaran yang efektif dan partisipatif. Menyenangkan , maksudnya apapun yang diajarkan akan mudah diterima dengan senang hati dan ketika sesuatu itu mudah diterima maka anak akan mudah melakukan suatu perubahan

Menurut undang-undang Republik Indonesia No 2 tahun 1989, tentang system pendidikan nasional adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melauli bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Sebagai suatu sistem, pendidikan nasional mempunyai tujuan yang jelas seperti yang dicantumkan pada undang-undang pendidikan bahwa pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada terhadap tuhan yang maha esa dan berbudi perketi luhur , memiliki pengetahuan dan keterampilan,sehat jasmani dan rohani berkepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Secara umumnya karakteristik anak usia Sekolah Dasar yaitu masih senang dengan bermain dan bersenang-senang. Kegiatan bermain bagi anak sebagai bahan belajar banyak hal. Bermain merupakan hal yang penting bagi anak. Oleh sebab itu, hak anak untuk bermain tidak boleh dikekang orangtua. Perlu adanya pengawasan ketika anak sedang bermain untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Batasan tersebut bukan berarti mengekang anak untuk tidak boleh bermain.

Menurut Dian Ibung (2009) anak memiliki beberapa karakteristik yang membuat kemampuannya menghadapi situasi yang menekan, berbeda dan karena itu menjadi lebih rentan, daripada orang dewasa. Karakteristik tesebut adalah;

  1. Kemampuan anak masih terbatas dalam hal logika
  2. Kemampuan anak terbatas dalam mengenali hubungan sebab akibat
  3. Minimnya pangalaman seorang anak dalam menghadapi stress dan mencari solusi dari masalah yang ia hadapi
  4. Kemampuan yang terbatas dalam mengenali emosi diri.

Dengan mengajak anak-anak pada permainan yang terarah dan edukatif, maka otak anak akan berdaya maksimal dan mencerdaskan otaknya. Bermain, selain penting bagi perkembangan pribadi juga memiliki fungsi sosial dan emosional. Saat melakukan permainan, kognisi anak dituntut menyelesaikan target dalam kurun waktu tertentu. Bermain juga dimaksudkan agar anak dapat mengetahui kemampuan dirinya.

Selain bermain, berdasarkan tahap perkembangan kognitif Jean Piaget, siswa sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret. Mereka berusaha menghubungkan konsep-konsep yang sebelumnya telah dikuasai dengan konsep-konsep yang baru dipelajari.

Suatu konsep juga akan cepat dikuasai anak apabila mereka dilibatkan langsung melalui praktik dari apa yang diajarkan guru. Oleh sebab itu, guru seharusnya merancang model pembelajaran yang melibatkan anak secara langsung dalam proses pembelajaran (Warid Ardiansyah. 2013).

Contoh Judul Penelitian Terapan

Adapun untuk penggunaan daripada adanya contoh judul yang berkaitan dengan penelitian terapan. Misalnya saja;

No Judul Studi Ilmu
1 Diversifikasi Ekonomi Masyarakat Petani Melalui Akselerasi Usaha Pertanian di Kabupaten Lampung Selatan Ekonomi
2 Peran Kampung Youtu dalam Pemberdayaan Masyarakat di Dusun Posong, Kecamatan Tapen, Bondowoso, Jawa Timur Sosiologi
3 Pengembangan Wisata Pedesaan Berwawasan Eko Budaya Melalui Penataan infrastruktur Teknik
4 Buku Ajar Soal Cerita Kimia Untuk Sekolah Dasar di Pedesaan Berbasis Pendekatan Komunikatif Pendidikan
5 Pemodelan Indeks Kerentanan Sosial (Sovi-Social Vulnerability Index) pada Masyarakat Pertanian di Wilayah Perkotaan dengan Aplikasi Berbasis Akuntansi Akuntansi
6 Produksi Karbon Aktif dari Ampas Mangrove Sisa Hasil Ekstraksi Pembuatan Zat Warna Alami untuk Pembuatan Biogas Biologi
7 Sintesis Polimer Eugenol Tersambungsilang sebagai Antibakteri Pembersih Tangan (Hand Sanitizer Kesehatan

Cara Membuat Penelitian Terapan

Cara Membuat Penelitian Terapan
Cara Membuat Penelitian Terapan

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan penelitian terapan, antara lain:

  1. Memperjelas fokus penelitian

Langkah-langkahnya terdiri atas:

  1. Mengidentifikasi masalah/peluang yang akan ditangani oleh proyek penelitian
  2. Menetapkan tujuan dan sasaran proyek penelitian
  3. Memperjelas logistik termasuk dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut: Berapa banyak waktu, sumber daya, dan akses ke informasi yang akan kita miliki untuk proyek?. Format apa yang akan kita susun, apakah berupa laporan atau presentasi atau keduanya?. Apakah kita hanya akan melaporkan temuan atau mengembangkan rekomendasi dan rencana implementasi?
  1. Memindai informasi yang ada

Langkah-langkahnya terdiri atas:

  1. Melakukan tinjauan awal terhadap informasi yang relevan, termasuk berkonsultasi dengan dokumen yang relevan, literatur akademis, dan informan/pakar kunci. Jika perlu, kunjungi juga situs yang relevan untuk mengamati fenomena yang dimaksud.
  2. Menentukan istilah kunci.
  3. Mengartikulasikan kerangka kerja konseptual Anda/model yang menentukan apa yang mungkin terjadi fenomena yang dimaksud.
  4. Meninjau kembali elemen fokus penelitian Langkah 1 termasuk masalah, sasaran, dan sasaran, jika dibutuhkan.
  5. Mengartikulasikan (atau mengunjungi kembali) pertanyaan penelitian yang biasanya berkaitan dengan tujuan dan sasaran masing-masing.
  6. Menetapkan ruang lingkup dan batas-batas penelitian (waktu, ruang, kelompok, dan batas-batas lain) yang mengartikulasikan apa yang ada di dalam dan di luar penelitian kita.
  1. Merencanakan tugas dan metode penelitian

Langkah-langkahnya terdiri atas:

  1. Memilih kerangka kerja desain penelitian (eksperimental atau deskriptif).
  2. Menentukan informasi yang diperlukan untuk menjawab setiap pertanyaan penelitian.
  3. Mengidentifikasi sumber data untuk setiap informasi yang dibutuhkan.
  4. Menentukan bagaimana kita akan mengambil sampel sumber data yang kita butuhkan.
  5. (Menentukan variabel dan pengukuran jika melakukan studi kuantitatif).
  6. Memilih metode pengumpulan data.
  7. Desain instrumen pengumpulan data / formulir / kuesioner dan prosedur yang sesuai ke setiap metode pengumpulan data jika kita berencana menggunakan wawancara, survei, kelompok fokus, atau pengamatan. Uji coba instrumen pengumpulan data Anda dan revisi sesuai kebutuhan.
  8. Mengidentifikasi metode dan alat analisis data untuk data kualitatif dan / atau kuantitatif yang relevan. Tentukan pengumpulan data, pengkodean, dan prosedur analisis.
  9. Merencanakan bagaimana kita akan mengatasi masalah validitas dan reliabilitas.
  10. Mengembangkan jadwal penelitian.
  11. (Jika menyusun proposal resmi, tambahkan anggaran dan informasi tentang kualifikasi tim peneliti).
  1. Mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data

Langkah-langkahnya terdiri atas:

  1. Mengumpulkan data
  2. Menganalisis data
  3. Membuat rekomendasi praktis untuk klien
  1. Merevisi dan mempublikasikan laporan hasil penelitian

Langkah-langkahnya terdiri atas:

  1. Menyampaikan presentasi akhir.
  2. Submit laporan tertulis yang sudah kita susun.

Itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan adanya contoh penelitian terapan dan cara membuatnya. Semoga saja bisa memberikan wawasan bagi kalian semuanya yang sedang membutuhkan referensinya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.