Ciri Jurnal Nasional Terindeks dan Terakreditasi

Diposting pada

Karakteristik Jurnal Nasional

Jurnal nasional sejatinya merupkan kumpulan tulisan dalam arti artikel yang memuat pembahasan ilmiah yang tentusaja memiliki ketentuan dan kaidah kebahasaan tersendiri. Kriteria-kriteria dalam jurnal nasional tersebut akan membantu pembaca membedakan dan mengidentifikasi antara jurnal nasional yang baik dengan jurnal yang belum memiliki akreditasi.

Jurnal Nasional

Secara garis besar jurnal terbagi menjadi dua jenis yaitu jurnal internasional yang cakupannya lebih luas yaitu berbagai negara dan benua. Kemudian terdapat pula jurnal nasional yang cakupannya hanya satu negara. Berbeda dengan jurnal internasional yang kriteria yang ditentukan oleh banyak pihak terutama sampai pada PBB.

Kriteria dari jurnal nasional ditentukan oleh lembaga negara yang berwenanang dalam hal ini salah satunya Kemenrisek Dikti, tentunya aturan tersebut berpedoman dari kriteria yang telah ditetapkan oleh internasional agar ciri karya ilmiahnya tidak mudah untuk dibantahkan.

Adapun untuk sekala nasional pada saat ini jurnal akreditasnya ditentukan oleh Sinta, dari Sinta 1, Sinta 2, SInta 3, Sinta 4, sampai dengan Sinta 6. Semakin baik jurnal semakin sulit pula untuk menuliskannnya. Misalnya saja untuk jurnal tentuang pendidikan, yang memiliki akreditasi Sinta 1 adalah Jurnal Cakrawala Pendidikan yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Yogyakarta.

Ciri Jurnal Nasional

Kriteria dari jurnal nasional kita akan membahasanya berikut ini;

  1. Harus memenuhi kaidah keilmuan

Baik jurnal nasional maupun internasional harus memiliki kebermanfaatan dalam bidang ilmu pengetahuan. Jika tidak memiliki kaidah keilmuan dapat dikatakan hanya berupa karya fiksi yang cenderung bertujuan untuk menghibur pembaca. Sedangkan salah satu ciri dari jurnal adalah dapat menambah khasanah keilmuan bagi pembaca.

  1. Memiliki ISSN

Jurnal nasional juga harus memiliki ISSN atau Internstional Standard Serial Number. Meskupun bukan termasuk jurnal internasional namun jurnal nasional juga harus memiliki seri sebagai identifikasi bahwa jurnal tersebut telah terbit secara berkala.

ISSN merupakan nomor yang terdiri dari 8 digit nomor pengenal dari jurnal. ISSN sendiri mempunyai manfaat yaitu dapat memudahkan proses administrasi apabila ada pemesanan jurnal. Sehingga sangat dianjurkan suatu terbitan berkala khususnya jurnal memiliki ISSN.

  1. Memiliki Terbitan Versi Online

Meskipun ruang lingkup jurnal nasional tidak seluas jurnal internasional yang merambah ke berbagai benua. Namun jurnal nasional juga harus memiliki terbitan online sehingga pembaca juga dapat mengunduh artikel dalam bentuk pdf.

Selain itu jika jurnal memiliki du terbitan yaitu versi cetak dan versi elektronik (online) maka juga memiliki dua nomor ISSN.

  1. Dikelola secara profesional

Jika jurnal sudah berskala nasional maka juga harus dikelola secara profesional misalnya jurnal harus terbit secara berkala dengan ketepatan waktu. Jika jurnal terbit selama dua kali setahun maka setiap tahun jurnal harus terbit dua kali pada waktu yang sama.

Selain itu petinjuk kepenulisan jurnal juga harus jelas. Sehingga penulis baru yang ingin memasukan artikel ilmiahnya dalam jurnal tersebut tidak kebingungan dengan aturan serta gaya selingkung yang ada.

  1. Bertujuan menampung hasil penelitian dalam disiplin ilmu tertentu

Jurnal ilmiah ditulis berdasarkan asas kebermanfaatan dalam bidang keilmuan. Dengan menampung berbagai jenis metode penelitian dalam bidang keilmuan yang relevan dengan keahlian.

Peneliti dapat melakukan penelitian kemudian menuliskan hasil penelitian menjadi sebuah artikel ilmiah kemudian dapat diterbitkan dalam bentuk jurnal sehingga dapat bermanfaat bagi pembaca untuk menambah khasanah keilmuan.

  1. Ditujukan bagi masyarakat ilmiah

Jurnal yang ditulis dari berbagai artikel ilmiah ditujukan kepada masyarakat ilmiah, dalam hal ini berarti para cendikiawan yang membutuhkan informasi yang valid pada bidang keilmuan tertentu. Cendikiawan yang dimaksud dapat diartikan sebagai mahasiswa, dosen ataupun masyarakat umum yang membutuhkan pengetahuan ilmiah berdasarkan hasil penelitian yang disetai dengan landasan teori-teori pendukung.

  1. Diterbitkan oleh lembaga yang mumpuni

Jurnal nasional harus diterbitkan oleh penerbit/badan ilmiah/organisasi profesi atau dapat juga perguruan tinggi dengan unit-unitnya. Sehingga tidak bisa sembarangan penerbit dapat menerbitkan jurnal berstandar nasional yang memiliki ISSN.

  1. Memuat karya ilmiah dari penulis yang berasal dari minimal dua istitusi yang berbeda

Jika jurnal internasional harus memuat penulis minimal dari dua negara yang berbeda, maka jurnal nasional harus berasal dari minimal dua orang penulis dengan institusi  yang berberbeda. Karena lingkup jurnal nasional masih satu negara sehingga penulis cukuplah dari istitut yang berbeda meskipun masih dalam cakupan wilayah yang sama.

  1. Memiliki dewan direksi/editor

Dewan direksi atau editor dari jurnal nasional harus terdiri dari para ahli di bidangnya yang juga berasal dari mimimal dua institusi yang berbeda. Jika dewan direksi dari jurnal internasional berasal dari 4 negara yang berbeda dewan direksi pada jurnal nasional hanya berasal dari minimal dua intitusi yang berbeda.

  1. Terindeks DOAJ

Directory of Open Access Journals (DOAJ) merupakan situs web yang mencantumkan daftra jurnal akses terbuka. Jurnal akses terbuka metupakan jurnal ilmiah yang memiliki standar kualitas yang tinggi. Selain itu jurnal akses terbuka juga tidak membebankan biaya pada pembaca jurnal ketika mengaksesnya.

Itulah tadi uraian lengkap yang bisa kami sajikan pada semua pembaca. Berkenaan dengan ciri jurnal nasional yang terindeks dan memiliki tingkat akreditasi yang bagus. Semoga bisa memberikan referensi bagi semua pihak yang membutuhkan.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *