Pengertian Analisis Bivariat, Rumus, dan Contohnya

Diposting pada

Analisis Bivariat Adalah

Rumus penghitungan dalam statistik dan statistika pada hakekatnya tidak terlepas dari tiga jenis teknik analisis data. Yakni univariat, analisis bivariat, dan multivariat. Hal ini tentusaja ditentukan pada jenis populasi dan sampel yang diambil.

Akan tetapi yang pasti, dalam analisis bivariat merupakan analisis untuk menyelidiki hubungan antara dua kumpulan data, dengan sepasang pengamatan yang diambil dari satu sampel atau individu, misalnya hubungan antara kekuatan cengkeraman dan kekuatan lengan individu.

Analisis Bivariat

Analisis bivariat pada dasarnya lebih mendalam dibandingkan dengan teknik analisis data univariat. Hal ini lantaran jikalau kumpulan data berisi dua variabel penelitian dan si peneliti bertujuan untuk melakukan perbandingan antara dua kumpulan data tersebut maka analisis bivariat adalah teknik analisis yang bisa dikatakan lebih tepat.

Alasannya karena jumlah sampel dan perbadingan jenis data penelitian lebih besar dibandingkan dengan analisis univariat yang hanya memiliki satu.

Pengertian Analisis Bivariat

Analisis bivariat adalah salah satu jenis teknik analisis data statistik yang paling sederhana yang biasanya dipergunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dua kumpulan nilai. Hal ini tentusaja melibatkan variabel X dan Y. Hasil dari analisis bivariat dapat disimpan dalam tabel data dua kolom.

Pengertian Analisis Bivariat Menurut Para Ahli

Adapun definisi teknik analisis statistik bivariat menurut para ahli adalah sebagai berikut;

  1. Researach Optimus, Analisis bivariat adalah teknik penelitian yang mempergunakan metode dua variabel dimana analisis tersebut berkaitan dengan sebab dan hubungan antara kedua variabel tersebut. Misalnya saja seperti poin yang dicetak oleh tim pemenang di Super Bowl dari tahun 1960 hingga 2010.

Rumus Analisis Bivariat

Sejatinya, dalam melakukan analisis bivariat, jika data telah terdistribusi normal, maka perhitungannya menggunakan uji korelasi product moment sebab data berbentuk interval, tapi jika data tidak terditribusi normal, maka skala data diturunkan menjadi data ordinal atau data nominal dan perhitungannya menggunakan uji korelasi product moment (Sugiyono, 2011), dengan rumus sebagai berikut;

Rumus Analisis Bivariat

Dengan keterangan:

  • N         = Jumlah responden
  • X         = Pertanyaan nomor ke-x
  • Y         = Skor total
  • XY      = Skor pertanyaan nomor ke-x yang dikalikan dengan skor total

Cara Menghitung Analisis Bivariat

Analisis bivariat dilakukan melalui beberapa cara, yang meliputi:

  1. Koefisien korelasi

Korelasi adalah teknik asosiasi statistik di mana kekuatan hubungan antara dua variabel diamati. Ini menunjukkan kekuatan sebagai korelasi yang kuat atau lemah dan diberi peringkat pada skala -1 hingga 1, di mana 1 adalah korelasi langsung yang sempurna, -1 adalah korelasi terbalik yang sempurna, dan 0 adalah tidak ada korelasi.

  1. Analisis regresi

Analisis regresi digunakan untuk memperkirakan hubungan antara dua variabel yang berbeda. Ini mencakup teknik untuk memodelkan dan menganalisis beberapa variabel, ketika fokusnya adalah pada hubungan antara variabel dependen dan satu atau lebih variabel independen. Hal ini membantu untuk memahami bagaimana nilai variabel dependen berubah ketika salah satu variabel independen berubah.

Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk tujuan pemodelan data lanjutan seperti prediksi dan perkiraan. Ada berbagai teknik regresi berbeda yang digunakan tergantung pada sifat variabel dan jenis analisis yang dicari oleh penelitian. Sebagai contoh Regresi linier, Regresi sederhana, Regresi polynomial, Model linier umum, Pilihan diskrit, Regresi binomial, Regresi biner, Regresi logistik.

Contoh Analisis Bivariat

Adapun untuk contoh teknik analisis bivariat, misalnya saja;

  1. Penelitian

Misalnya saja dalam survei ruang kelas, si peneliti mungkin ingin menganalisis rasio siswa yang mendapat nilai di atas 85% sesuai dengan jenis kelamin mereka. Dalam hal ini, ada dua variabel, yakni jenis kelamin= X (variabel bebas) dan hasil = Y (variabel terikat). Analisis bivariat akan mengukur korelasi antara kedua variabel seperti pada tabel di bawah ini.

Gender=x (Variabel bebas) Jumlah=n
Laki-laki 45
Perempuan 38
  1. Pengukuran Kekuatan Cengkeraman dan Lengan

Contoh lainnya misalnya merekam pengukuran kekuatan cengkeraman dan kekuatan lengan individu. Data dipasangkan karena kedua pengukuran berasal dari satu orang, tetapi tidak bergantung karena menggunakan otot yang berbeda.

Kita memplot data dari banyak individu untuk menunjukkan korelasi: orang dengan kekuatan genggaman yang lebih tinggi memiliki kekuatan lengan yang lebih tinggi.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian analisis bivariat, rumus, cara menghitung, dan contohnya. Semoga memberikan wawasan serta menambah referensi bagi yang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *